Semangat Belajar KU, Semangat Perjuangan

Ananda shalih dan shalihah, tahukah jika menuntut ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap muslim?

Alhamdullah jika antum sudah mengetahuinya, hal ini bukan diwajibkan oleh Ustadz dan Ustadzah di sekolah lho! Melainkan sebagaimana disabdakan oleh Nabi Saw dalam sebuah hadis berikut ini;

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah)

Berdasarkan hadis di atas, kewajiban menuntut ilmu itu sangat lekat kaitannya dengan status keislaman seseorang. Karena itu, Islam sangat memberi motivasi untuk kita dalam menuntut ilmu. Rasulullah Saw bersabda,

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga. (HR Muslim)

Maasya Allah! Itulah janji Allah Swt bagi orang yang menuntut ilmu. Sehingga dapat dikatakan bahwa menuntut ilmu adalah ‘tugas suci’ seorang muslim. Agama ini ditegakkan di atas dasar tradisi ilmu. Bahkan ayat Al Qur’an pertama yang turun berisi perintah membaca. Allah Swt pun berjanji dalam Al Qur’an akan meninggikan derajat para penuntut ilmu dan ahli ilmu.

Di samping itu, ilmu adalah kunci untuk meraih pencapaian-pencapaian dalam hidup, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Imam as Syafi’i berkata,

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ

“Barangsiapa yang menginginkan (kebahagiaan) dunia, maka hendaknya dengan ilmu. Dan barangsiapa yang menginginkan (kebahagiaan) akhirat, maka hendaknya dengan ilmu.”

Namun ananda shalih dan shalihah, mustahil kita memiliki keterampilan yang menunjang pencaharian, pencapaian materi atau prestasi dalam hidup, maupun memastikan ibadah kita berjalan sesuai dengan ketentuan syariat tanpa wasilah ilmu. Jika kita mengabaikan Ilmu, maka bersiaplah kita menanggung perihnya kebodohan, sebagaimana juga dawuh imam as Syafi’i, “barang siapa yang tidak mampu menahan lelahnya belajar, maka ia harus mampu menahan perihnya kebodohan”.

Lalu apakah kita mau jika kebodohan membuat kita tidak mandiri dalam hidup dan bergantung pada bekas kasih orang lain? Selain itu, apakah kita mau ibadah kita tidak diterima karena kita tidak tahu tatacara beribadah yang benar? Tentu saja tidak!

Karena itu ananda shalih dan shalihah generasi Khoiru Ummah, sudah selayaknya kita menjadikan aktivitas menuntut ilmu sebagai perjuangan yang harus diseriusi, demi kemuliaan hidup di dunia dan di akhirat. Yuk, makin giat berjuang dalam menuntut ilmu!

slot gacor

slot gacor hari ini

bolavitaslot

slot gacor

bolavita

s1288poker

s1288poker

s1288poker

s1288poker

s1288poker

s1288poker

mbo128

slot qris

mbo128

slot qris

mbo128

slot qris

mbo128

rtp live

mbo128

sv388

mbo128

piala dunia 2026

agens128

sv388

mbo128

mbo128 login

live casino

mbo128

slot qris

situs slot qris

bolavita

bolavita

sbobet

sv388

daftar sbobet