Site icon Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah

Peran Ayah dalam Pendidikan

Ayah dan Bunda mungkin kita sempat bertanya-tanya apa sebetulnya peran Ayah dalam pendidikan anak? Terlebih fakta yang kita temukan dalam kegiatan pendidikan anak ini kebanyakan para Bunda yang terlibat. Lalu apakah ada dan bagaimana peran Ayah dalam pendidikan anak ini? Sebelumnya mari kita tadabburi firman Allah Swt berikut ini:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (QS at Tahrim ayat 6)

Ditegaskan dalam Tafsir Jalalayn pada awal ayat يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ yang menafsirkannya dengan بالحمل على طاعة الله Artinya, dengan mengarahkan mereka (anggota keluarga yang dipimpinnya) pada jalan ketaatan kepada Allah Swt. Dari sini jelas bahwa yang memiliki peran tersebut adalah ayah. Maasya Allah. Peran pendidikan anak dan keluarga tidak akan terwujud kecuali dengan penetapan visi misi yang jelas oleh para Ayah.

Lalu bagaimana realisasi peran ayah dalam pendidikan anak? Menurut Sayyid Muhammad bin Alawi al Maliki al Hasani dalam kitabnya أدب الإسلام في نظام الأسرة setidaknya ada sembilan adab khusus yang terkait dengan hubungan antara Ayah dan anak dalam pendidikan, antara lain:

1. Memilihkan nama yang baik bagi anak.

Selain nama yang baik juga menyematkan laqab/julukan yang baik. Karena kemuliaan nama akan dikenakan pemakainya dan bagusnya laqab/julukan menunjukkan keagungan penyandangnya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
من حقّ الولد على الوالد أن يحسّن أدبه و يحسّن اسمه
“Di antara hak anak atas orang tua adalah agar orang tua mendidik adab yang baik dan memberinya nama yang bagus” (HR al Baihaqi)

2. Memotong rambut anak yang baru lahir, menimbangnya, bershadaqah sesuai berat rambutnya serta melaksanakan aqiqah pada hari ketujuh dari kelahirannya.

Hal ini dilakukan sebagai wujud syukur kepada Allah Swt atas nikmat berupa kelahiran anak.

3. Hendaknya orang tua membantu anak-anaknya untuk berbakti dan taat kepadanya.

Cara membantu anak-anak untuk berbakti dan taat adalah dengan menjalin interaksi yang baik, bijaksana dalam pengaturan, pandai mendidik dan memerintahkan mereka sesuai dengan kemampuannya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
رحم اللّه والدا أعان ولده على برّه
“Semoga Allah memberi rahmat kepada orang tua yang membantu anaknya untuk berbakti kepadanya” (HR Abu asy-Syaikh dengan sanad dhaif)

4. Memberi kasih sayang, rahmat, perhatian serta perlindungan terhadap anak-anak.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Aqra’ bin Habis berkata: “Sesungguhnya saya memiliki sepuluh anak dan saya tidak pernah mencium salah satu dari mereka” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ مَنْ لَا يَرْحَمْ..لَا يُرْحَمْ
“Barang siapa tidak menyayangi, maka dia tidak akan disayangi (oleh Allah). (HR. Bukhari)

5. Memerintahkan anak-anak untuk melaksanakan shalat saat berusia tujuh tahun.

Agar tumbuh kecintaan dalam melakukan shalat maka sebelumnya perlu dipersiapkan dengan kebiasaan melakukan shalat. Tegas ketika mereka lalai agar tidak terbiasa meninggalkan shalat. Begitupun hendaknya memisahkan tempat tidur antara anak laki-laki dan perempuan.

6. Memberi perhatian khusus terkait tata krama, mengajari dan mendidik mereka sebaik-baiknya.

Disebutkan dalam Tarikh al-Bukhari sebuah hadia marfu’:
مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدَهُ أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ
“Orang tua tidak membekali anaknya sesuatu yang lebih utama daripada adab yang baik”

Perhatian terhadap anak laki-laki sama dengan perhatian yang diberikan untuk anak perempuan. Hendaknya dalam mendidik anak perempuan dengan keutamaan akhlak dan keagungan perilaku, menyempurnakan adabnya dengan sopan santun dan rasa malu. Serta melarangnya untuk melanggar aturan dan membuka aurat. Juga memerintahkan mereka untuk melaksanakan shalat, puasa, sikap jujur dan meningalkan perkara haram. Terlebih untuk anak perempuan, kemuliaan orang tua bergantung pada kemuliaan mereka begitu juga nama baiknya.

7. Ajarkan anak untuk meminta izin ketika hendak menemui orang tuanya pada waktu-waktu tertentu.

Dalam QS an Nur ayat 58
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لِيَسْتَـْٔذِنكُمُ ٱلَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ وَٱلَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا۟ ٱلْحُلُمَ مِنكُمْ ثَلَٰثَ مَرَّٰتٍ ۚ مِّن قَبْلِ صَلَوٰةِ ٱلْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُم مِّنَ ٱلظَّهِيرَةِ وَمِنۢ بَعْدِ صَلَوٰةِ ٱلْعِشَآءِ ۚ ثَلَٰثُ عَوْرَٰتٍ لَّكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya’. (Itulah) tiga aurat bagi kamu…”

Karena pada waktu-waktu tersebut biasanya kedua orang tuanya ada dalam keadaan khusus yang tidak elok untuk dilihat anak.

8. Menumbuhkan dan menyebarkan cinta dan kasih sayang antar saudara di rumah dan berlaku adil teehadap mereka.

Sehingga tidak timbul dalam hati mereka rasa benci, dendam, iri, cemburu pada saudaranya sebagaimana yang teerjadi pada saudara-saudara Nabi Yusuf ‘alaihissalam. Karena itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
اتّقوا اللّه واعدالوا في أولادكم
“Takutlan pada Allah dan berlaku adillah teehadap anak-anak kalian”

9. Jangan mendoakan keburukan pada anak-anak.

Hal ini adalah sesuatu yang tercela dan berbahaya namun sayangnya lumrah terjadi di sekitar kita. Kebanyakan hal ini keluar dari para ibu. Bila seorang ibu marah pada anaknya, maka ia menumpahkan laknat dan murka serta mendoakan keburukan. Hal ini adalah perbuatan yang tidak layak dalam Islam.

لا تدعوا على أنفسكم، ولا تدعوا على أولادكم، و لا تدعوا على خدمكم، ولا تدعوا على أموالكم، لاتوافقوا من اللّه ساعة يسأل فيها عطاء فيستجيب لكم
“Janganlah kalian mendoakan keburukan bagi diri kalian dan janganlah kalian mendoakan keburukan untuk anak-anak kalian. Janganlah kalian mendoakan keburukan untuk pembantu kalia. Juga jangan berdoa yang buruk untuk harta kalian. Jangan sampai kalian menepati saat dari Allah Swt yang Dia diminta suatu pemberiam pada saat itu maka Dia mengabulkannya untukmu.” (HR Muslim dari Jabir ra)

Maka takutlah wahai hamba-hamba Allah. Jangan sampai mendoakan anak-anak kalian kecuali dengan kebaikan. Ketahuilah bahwa Allah ta’ala akan menjadikan mereka bermanfaat bagi kita pada masa hidup kita, sebagaimana mereka akan bermanfaat setelah kita wafat.

Semua poin pendidikan ini dilakukan bersamaan oleh Ayah dan Ibu, namun penetapatan visi misi dilakukan oleh para Ayah sebagai realisasi menjaga keluarga dari api neraka. Baarokallahu fiikum, semoga Allah Swt mampukan kita dalam menjalankan tugas mulia mendidik generasi pemimpin penghafal Al Qur’an ini.