Pentingkah Memilihkan Teman Untuk Anak?
Ayah dan Bunda tantangan hari ini dalam proses mendidik anak cukup berat, baik hal itu datang dari internal keluarga hingga eksternal. Karena itu mereka harus mendapatkan perhatian serius dari orangtuanya, utamanya dalam hal penanaman iman dan pendidikan.
Hal ini diperlukan agar mereka sanggup mengatasi tantangan kehidupan di zaman ini dengan segenap ujiannya. Sesuatu yang tentunya penting dalam pendidikan anak, adalah keteladanan yang baik dari orang tua dan lingkungan sekitarnya. Hal ini disebabkan kecenderungan mereka yang membutuhkan role mode sehingga ingin meniru setiap perilaku yang nampak dan menjadi tren di sekitarnya. Maka perhatian orang tua, sebagai orang yang paling dekat dengan anak-anak haruslah selalu memperhatikan aspek adab dan nilai agama.
Selain orangtua, rupanya anak-anak cenderung menjadikan teman-temannya sebagai teladan. Sehingga sikap, cara berbicara, kesenangan, cita-cita dan lainnya cenderung memiliki kesamaan antar satu sama lain.
Rasulullah Saw bersabda:
اَلْمَرْءُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ (رواه أحمد في مسنده)
Artinya: Seseorang akan mengikuti perilaku orang yang sering bergaul dengannya, maka hendaknya setiap orang dari kalian memperhatikan dengan siapa ia bergaul. (HR Ahmad dalam Musnad-nya).
Orang-orang Arab biasa mengatakan الصَّاحِبُ سَاحِبٌ . Artinya seorang teman itu dapat menuntun ke jalan yang benar atau menjerumuskan ke jurang kemungkaran. Dalam hal ini Imam Malik rahimahullah berkata:
لَا تَصْحَبْ فَاجِرًا لِئَلَّا تَتَعَلَّمَ مِنْ فُجُوْرِهِ
Artinya: “Janganlah bergaul dengan orang yang fasik agar engkau tidak belajar dari kefasikannya!”
Begitupun Ibnu Rusyd yang mengatakan:
لَا يَنْبَغِي أَنْ يُصْحَبَ إِلَّا مَنْ يُقْتَدَى بِهِ فِي دِيْنِهِ وَخَيْرِهِ، لِأَنَّ قَرِيْنَ السُّوْءِ يُرْدِي
Artinya: “Tidak seyogyanya dijadikan teman kecuali orang yang dapat diteladani agama dan kebaikannya, karena teman yang buruk akan menjadikan hina.”
Oleh karena itu, mari kita bantu anak-anak untuk memilih teman-teman terbaik agar mereka tumbuh bersama dalam ketaatan dan kebaikan. Kalaupun ditemukan teman yang kurang baik, ajak anak untuk gemar melakukan amar ma’ruf nahyi munkar terhadap mereka.
