
Ayah dan Bunda, hari ini tentu kita terkesima melihat prestasi mentereng yang didapat oleh generasi muda. Mulai dari prestasi nilai akademik, olimpiade hingga sederet beasiswa yang didapat di dalam maupun luar negeri.
Rasanya tak cukup jika hanya mengagumi, namun perlu kiranya kita renungkan kembali hal-hal mendasar terkait generasi dan prestasi ini. Sebelumnya perlu kita samakan persepsi bahwa anak adalah titipan Allah Swt yang harus kita rawat dan didik dengan baik. Lalu siapa sebetulnya yang berhak menentukan tujuan hidup termasuk arah pendidikan mereka? Jawabannya tak lain adalah Allah Swt Sang Mah Pencipta yang telah menciptakan dan menitipkan mereka pada kita.
Anak-anak diciptakan dengan memiliki misi hidup yang sama seperti kita yaitu untuk beribadah dan menjadi pemimpin di muka bumi. Karena itu perlu kiranya kita menjaga dan mendidik mereka itu agar menjadi hanya menghamba pada penciptanya yaitu Allah Swt bukan menghamba pada manusia.
Salah satu prestasi mulia dan melebihi prestasi lainnya adalah menjadi pengemban Al Qur’an. Siapakah itu?
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ اْلقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
Artinya: Sebaik-baik orang di antara kamu adalah orang yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya (HR Bukhari)
Ayah dan Bunda sebagaimana pesan yang disampaikan oleh Ustazah Emmi Khayrani (founder Khoiru Ummah); “Prestasi anak kita yang sesungguhnya bukanlah nilai 9 atau 10 dalam mata pelajaran, akan tetapi Al Qur’an yang dihafal dan diamalkannya.”
Oleh karena itu sudah saatnya kita teguhkan dan optimalkan peran kita dalam mendidik anak-anak menjadi Ahlul Qur’an. Membersamai generasi pemimpin perdaaban yang bukan hanya menghafal namun juga mengamalkan dan menyebarkannya. Semoga Allah Swt mampukan kita semua, Allahumma Aamiin.