Perjalanan belajar, Perjalanan sepanjang Hayat!
Ayah dan Bunda, ada persepsi yang keliru di benak sebagian besar kita ketika mendengar istilah ‘belajar’. Istilah tersebut sering disalahartikan sebagai ‘sekolah’. Padahal, bersekolah hanyalah salah satu dari sarana dan fase pembelajaran. Karena belajar itu sendiri adalah aktivitas yang terus menerus dan berkelanjutan sepanjang hayat.
Akibat dari kesalahpahaman ini, banyak orang yang ketika usai dari jenjang persekolahan, ia berhenti belajar. Dalam istilah kekinian, proses belajar yang terus menerus dikenal sebagai belajar sepanjang hayat atau lifelong learning.
Lifelong Learning adalah upaya seseorang untuk terus belajar secara sukarela dan berkelanjutan untuk alasan pribadi yang bertujuan untuk pengembangan pribadi, meningkatkan daya saing dan kemampuan kerja. Lifelong Learning adalah usaha yang harus dilakukan dengan sadar dan menikmati setiap proses belajarnya karena dilakukan dengan sukarela.
Lifelong learning sebetulnya sesuai dengan semangat Islam. Imam Ahmad bin Hambal berkata,
إنما أطلب العلم إلى أن أدخل القبر.
“Sesungguhnya aku menuntut ilmu hingga aku masuk ke dalam kubur.”
Jadi Ayah dan Bunda, yang menghentikan kita dari menuntut ilmu hanya satu, yaitu kematian. Sepanjang seorang muslim masih hidup, hendaknya ia terus menuntut ilmu dari berbagai wasilah, berguru dengan para ahli ilmu tanpa dibatasi oleh ruang formal bernama sekolah, menyimak kajian dan membaca buku-buku yang bermanfaat. Kesemuanya itu dapat dilakukan oleh semua orang walau usia sudah tidak lagi muda dan sudah tidak lagi duduk di bangku sekolah.
Semua itu dilakukan karena kita adalah muslim. Esensi belajar bukanlah untuk meraih ijazah semata, melainkan untuk terus meningkatkan kualitas hidup demi meraih ridho Allah ta’ala.
Lalu, bagaimana cara untuk memulai menjadi seorang Lifelong learner yang menyenangkan? berikut ada beberapa tips yang dapat anda coba :
1. Ciptakan tujuan pembelajaran
Sebelum belajar, pastikan anda memiliki tujuan yang ingin anda capai dan sesuai dengan kebutuhan.
2. Mulai dari hal kecil
Tidak perlu untuk menghabiskan satu hari untuk membaca buku, cukup sediakan waktu selama 10 – 15 menit sehari untuk membaca buku dapat memiliki dampak positif dalam proses belajar anda. Lama kelamaan anda akan memiliki kebiasaan dalam membaca buku.
3. Ubah cara belajar menjadi lebih menyenangkan
Ayah dan Bunda bisa menentukan sendiri proses belajar yang menyenangkan, sehingga belajar bukanlah sebagai beban. Beberapa cara yang dapat Ayah dan Bunda lakukan adalah dengan memilih buku yang berkaitan dengan hal yang Ayah dan Bunda sukai, berdiskusi dengan teman yang memiliki minat yang sama, mengikuti kelas-kelas online, melihat video edukasi atau mendengarkan podcast tentang keilmuan, keislaman, motivasi atau ketrampilan, dan yang terakhir belajar dari pengalaman sendiri.
Ketiga tips di atas dapat Ayah dan Bunda ikuti untuk memulai diri untuk melakukan longlife learning, sekecil apapun perbuatan baik yang sudah anda lakukan, pastinya akan bermanfaat untuk kedepannya nanti. Alhamdulillah lagi, di Khoiru Ummah, Ayah dan Bunda turut difasilitasi untuk Lifelong Learning dengan berbagai diklat, dauroh tahfizh dan tahsin hingga parenting.
Semoga Allah senantiasa meningkatkan derajat kita sebagai penuntut ilmu sepanjang hayat.
