I’tikaf RamadhanKU, Budaya Komunitas Khoiru Ummah

Ananda shalih dan shalihah tentu antum tidak asing lagi dengan firman Allah Ta’ala berikut ini,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.” (QS. Al Qadar ayat 1)
Oleh karena itu ananda shalih dan shalihah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersungguh-sungguh menghidupkan sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan berbagai amal shalih dibandingkan dengan waktu-waktu lainnya. Hal ini disampaikan langsung oleb istri beliau, Ummul Mu’minin Aisyah ra yang berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَجْتَهِدُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِى غَيْرِهِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim)
Malam laylatul qadar mulia bukan hanya karena berlipatnya kebaikan di dalamnya namun ampunan yang tersedia untuk ummat-Nya. Karena keutamaan yang ada di dalam malam laylatul qadar ini, maka Sekolah Tahfidz Plus Khoiru Ummah menyelenggarakan i’tikaf bersama. Kegiatan ini diselenggarakan selama tiga hari pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan dan bertempat di masjid.
Selain untuk meraih laylatul qadar dengan menghidupkan sunnah Nabi Saw di sepuluh malam terakhir dengan amal shalih. Selain itu kegiatan i’tikaf ini juga melatih kemandirian siswa dalam mengurus barang milik sendiri, memenuhi kebutuhannya sendiri selama berpisah dari orang tua. Tidak ketinggalan salah satu kegiatan amal shalihnya adalah memutqinkan hafalan Al Qur’an. Maasya Allah!
Ananda shalih dan shalihah, tentu kesempatan menghidupkan sepuluh malam terakhir untuk mendapatkan laylatul qadar ini tidak boleh kita sia-siakan. Karena itu mari kita hidupkan malam-malam terakhir bulan Ramadhan ini dengan amal shalih terbaik dan jadikan sebagai budaya yang rutin kita lakukan di setiap bulan Ramadhan. Semoga Allah Swt mengampuni khilaf dan menerima amal kita. Aamiin.
Leave a Reply